🌾 Festival Budaya & Ruwah Desa Suruh
Desa Suruh, Kecamatan Sukodono
Desa Suruh kembali menggelar Festival Budaya dan Ruwah Desa, sebuah tradisi tahunan yang sarat nilai budaya, spiritual, dan kebersamaan warga. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur yang telah turun-temurun dijaga oleh masyarakat Desa Suruh.
Festival ini juga menjadi ajang silaturahmi seluruh warga, baik yang tinggal di desa maupun perantauan, untuk bersama-sama menjaga identitas budaya dan kearifan lokal.
🎉 Rangkaian Kegiatan Festival Budaya
🚩 Kirap Bendera Merah Putih 20 Meter
Kirap Bendera Merah Putih sepanjang 20 meter menjadi simbol semangat persatuan, nasionalisme, dan kecintaan warga Desa Suruh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bendera dikirab bersama oleh Pemuda Pemudi Desa Suruh dengan penuh khidmat dan kebanggaan.
🦁 Pertunjukan Reog Ponorogo
Seni tradisional Reog Ponorogo ditampilkan sebagai hiburan utama sekaligus pelestarian budaya Jawa yang penuh nilai sejarah, keberanian, dan kebersamaan. Dentuman musik, tarian energik, serta topeng Singo Barong menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan pengunjung.
🐎 Pertunjukan Jaranan
Kesenian Jaranan turut memeriahkan festival dengan tarian tradisional yang menggambarkan semangat perjuangan, kekompakan, dan kekuatan jiwa masyarakat Jawa.
🌾 Kirap Gunungan Hasil Bumi
Kirap Gunungan Hasil Bumi merupakan simbol rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil pertanian Desa Suruh. Gunungan berisi hasil bumi seperti padi, sayur-mayur, dan buah-buahan dikirab dan didoakan bersama sebagai harapan akan kesejahteraan dan kemakmuran desa.
👨👩👧👦 Diiringi Seluruh Warga Desa Suruh
Seluruh rangkaian kegiatan diiringi antusiasme warga Desa Suruh, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga sesepuh desa, mencerminkan kekompakan dan semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik.
📜 Sejarah Ruwah Desa
Ruwah Desa berasal dari kata Ruwah (bulan Ruwah dalam kalender Jawa, sebelum bulan Ramadhan), yang dipercaya sebagai waktu untuk mendoakan leluhur dan membersihkan diri lahir batin. Tradisi Ruwah Desa merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu desa serta ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan keberkahan yang telah diterima masyarakat.
Di Desa Suruh, Ruwah Desa telah dilaksanakan secara turun-temurun sebagai sarana mempererat persaudaraan, menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, serta memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga desa.
🦁 Sejarah Singkat Reog Ponorogo
Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan tradisional yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kesenian ini identik dengan tokoh Singo Barong, topeng besar berbentuk kepala singa yang dihiasi bulu merak, melambangkan kekuatan, keberanian, dan kewibawaan.
Reog Ponorogo dipercaya telah ada sejak zaman Kerajaan Kediri dan berkembang sebagai media hiburan, ritual, serta simbol perlawanan dan kritik sosial pada masa lampau. Hingga kini, Reog Ponorogo tetap lestari sebagai kebanggaan budaya Jawa dan sering ditampilkan dalam berbagai acara adat dan festival budaya.
Melalui Festival Budaya dan Ruwah Desa Suruh, diharapkan nilai-nilai budaya, kebersamaan, dan kearifan lokal dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi muda. Kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi juga pengingat akan jati diri dan akar budaya Desa Suruh. (RA)
Sucipto
22 November 2025 14:48:59
Mhn maaf Apakah bisa dikirim format SAQ PPID desa Mhn maaf saya di Kecamatan Salem Kab Brebes Kebetulan...